Model Komunikasi Sinergis Berbasis Islam dan Penanggulangan Kejahatan Seksual terhadap Anak

Muamal Gadafi, Hasriany Amin

Abstract


The emergency of sexual violence against children in Indonesia is considered to involve religious intervention for resolution. This article discusses the role of Islamic teachings in creating individual, social, cultural, and contextual forces as factors affecting synergetic communication for children, which further contributes to minimizing sexual abuse against children. This article argues that Islamic teachings such as introducing the masculine and feminine souls towards children in the early age, introducing the concept of aurat and sexual education to children as well as providing qishas or diyat punishment for child sexual offenders, will be able to contribute to creating societal and individual forces for their social communication skills that can protect them form predators of sexual abuse.

Keywords


Model komunikasi sinergis; kejahatan seksual anak; ajaran Islam

Full Text:

PDF

References


Anwar, S.D. (2014). Pentingnya membangun komitmen Bersama untuk Mencegah Maraknya Kekerasan Seksual dan Pornografi. Jakarta: Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kemenkominfo.

Alhamdu. (2014). Penanaman nilai-nilai religious, kekerasan seksual pada anak-anak dan pembentukan generasi yang sehat berkualitas. Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper. Universitas Merdeka, Malang.

Budianto, L. (2016). Sepanjang 2016, Polda Sultra tangani 245 kasus kejahatan seksual. Diakses dari https://zonasultra.com/ sepanjang-2016-polda-sultra-tangani-245-kasus-kejahatan-seksual.html

Budianto. L. (2016). Sultra urutan 13 dalam kasus pelecehan seksual terhadap anak di Indonesia. Diakses dari https://zonasultra.com/ sultra-urutan-13-dalam-kasus-pelecehan-seksual-terhadap-anak-di-indonesia.html

Belarminus. R. (2018). Kasus pelanggaran hak anak meningkat di 2016. Diakses dari http://megapolitan.kompas.com/read/2016/ 12/06/14062881/komnas.pa.kasus.pelanggaran.hak.anak.meningkat.di.2016/

Corrao. Lucas. (2015). The synergetic model. Diakses dari https://prezi.com/hud3nvezlkee/the-synergetic-model/

Islam, S. (2017). Menteri Yohana: Kekerasan pada perempuan dan anak seperti fenomena gunung es. Diakses dari https://news.okezone.com/read/2017/08/28/337/1764658/menteri-yohana-kekerasan-pada-perempuan-dan-anak-seperti-fenomena-gunung-es

Kenalilah cara mencegah terjadinya kekerasan seksual pada anak. (n.d). Diakses dari https://family.fimela.com/anak/cerdas-aktif/kenali-cara-mencegah-terjadinya-kekerasan-seksual-pada-anak-140707s.html

Khoir. W, S, R. 3 model komunikasi. Diakses dari

http://windasrk.blogspot.com/2015/09/3-model-komunikasi.html

Loly candy di facebook terungkap pedofil masih jadi ancaman.(2017). Diakses dari http://www.dw.com/id/loly-candy-di-facebook-terungkap-pedofil-masih-jadi-ancaman/a-37985355

Noviana, I. (2015). Kekerasan seksual terhadap anak: dampak dan penanganannya, Jurnal Sosio Informa, 1(1), 13-28.

Mubarak, A. (2011). Sinergitas ulama dan umara dalam perspektif hadis. Tesis. Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

Probosiwi, R., & Bahransyaf, D. (2015). Pedofilia dan kekerasan seksual: Masalah dan perlindungan terhadap anak. Sosio Informa, 1(1), 29-40.

PUSPA 2016 deklarasikan pemberdayaan perempuan dan anak. (2016). Diakses dari http://tabloidbalimandara.baliprov.go.id/ 2016/06/01/puspa-2016-deklarasikan-pemberdayaan-perempuan-dan-anak/

Sari, M.A. (2015). Pelecehan seksual terhadap anak (pedhophilia) menurut hukum positif dan hukum Islam. Skripsi. Fakultas Ilmu Syariah dan Hukum Institut Agama Islam Negeri (IAIN), Tulungangung.

Sinergi membentuk kerjasama kreatif dalam organisasi. (2013). Diakses dari http://ikhtisar.com/sinergi-membentuk-kerjasama-kreatif/

Sulistiani, S.L. (2016). Kejahatan dan penyimpangan seksual dalam hukum Islam dan hukum positif Indonesia. Bandung: Nuansa Aulia.

Sulistiani, S.L. (2016). Konsep pendidikan anak dalam Islam untuk mencegah kejahatan dan penyimpangan seksual. Ta’dib, jurnal pendidikan Islam, 5 (1), 99-108

Suparman. (2015) Komnas anak: sultra darurat kejahatan seksual anak. Diakses dari http://www.antaranews.com/berita/527978/ komnas-anak-sultra-darurat-kejahatan-seksual-anak.

Wibowo, T. W. (2010). Survei: 67% anak sd pernah akses pornografi. Diakses dari https://www.viva.co.id/berita/nasional/180913-survei-67-anak-sd-kecanduan-pornografi.




DOI: http://dx.doi.org/10.15642/jki.2017.7.2.327-348

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Indexed by:

Creative Commons License
Jurnal Komunikasi Islam (JKI) by http://jki.uinsby.ac.id/index.php/jki is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats