Sertifikasi atau Standarisasi Khatib? Respons Para Da’i di Kota Mataram

Fahrurrozi Fahrurrozi

Abstract


This study discusses the response of da'i in the ci­ty of Mataram related to the discourse on certification of Fri­day prayer preachers which was commissioned by the go­vern­ment in 2017. This study used qualitative methods. In-depth interview towards da'i and Jumat prayer preachers was utilized to collect the data to answer the focus of the re­search. The findings of this study revealed that currently the khatib certification is not necessary. This is because there is no strong evidence that has shown the radicalization occurs in Mataram resulted from Friday sermon. However, the res­pon­dents emphasized the importance of standardization of all aspects of religion, especially on aspects of the mosque management and religious institutional management under the guidance of the Indonesian Ministry of Religion and Islamic community organizations.

Keywords


Sertifikasi; standarisasi; kompetensi khatib; radikalisme agama

Full Text:

PDF

References


Amin, M. (2017 September). Pedoman Dakwah Komisi Fatwa MUI se-Indonesia. Diakses dari https://mui.or.id/?option=com _docman&task=doc_download&gid=27&Itemid=91

Al-Hamid, Z.H. (2008). Salat empat mazhab. Jakarta: PT. Pustaka Litera Antar Nusa.

An-Nabiry, F.B. (2008). Meniti jalan dakwah bekal perjuangan para da’i. Jakarta: Amzah.

Arif, M.C. (2012). Quo vadis komunikasi Islam: Menuju penyeimbangan nalar kritis dan pragmatis di tengah global village. Jurnal Komunikasi Islam, 2(2), 20-43.

Arifin, M. (2009). Kapita Selekta Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.

Arikunto, S. (1998). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktek. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Bahri, S. (2017 Februari). Tanggapi wacana sertifikasi khatib, MUI ajukan tiga syarat. Diakses dari https://www.dakwatuna.com/ 2017/02/06/85428/tanggapi-wacana-sertifikasi-khatib-mui-ajukan-tiga-syarat/#axzz5RG9drBHz

Basit, A. (2012). Dakwah cerdas di era modern. Jurnal Komunikasi Islam, 3(1), 76 -94.

Bungin, B. (2007) Penelitian kualitatif: Komunikasi, ekonomi, kebijakan publik, dan ilmu sosial lainnya. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Departemen Agama RI. (2010). Al-Qur’an Tafsir Perkata. Tanggerang: Kalim.

Emzir. (2010). Metode penelitian kualitatif: Analisis data. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Fathurrahman, L,A. (2016). Dalam membangun kota Mataram. Diakses dari http/ kotamataram. com// visi misi religious kota mataram

Fitriani, M.I. (2016). Manajemen konflik berbasis multicultural competences : Solusi alternatif kontestasi pribumi dan salafi di Lombok. el-Harakah, 18(1) 23 -34.

Heath, C., & Heath, D. (2007). Made to stick: Why some ideas survive and others die. New York, NY: Random House.

Indrawan, J, (2014). Integrasi otonomi daerah dengan kearifan lokal sebagai usulan upaya pencegahan konflik bagi pemerintahan baru Indonesia pasca-SBY: Studi kasus harmonisasi kehidupan masyarakat di kota Mataram. Masyarakat Indonesia, 40(2), 45-54.

Mulyana, D., & Solatun. (2007). Metode penelitian komunikasi: Contoh-contoh penelitian kualitatif dengan pendekatan praktis. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Mustamu, R.H. (2012). Menjadi pembicara publik andal: Fenomena public speaker, antara kebutuhan dan tren. Jurnal Komunikasi Islam, 2(2), 209-217.

Nazir, M. (2003) Metode penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Noviyanto, K., & Jaswadi, S.A. (2014). Gaya retorika da’i dan perilaku memilih penceramah, Jurnal Komunikasi Islam, 4(1), 123-142.

Rizka, H., & Yulianto, H. (2017, Februari). Dewan Masjid Indonesia tolak wacana sertifikasi. Diakses dari https://www.repu¬blika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/17/02/14/olchhe396-dewan-masjid-indonesia-tolak-wacana-sertifikasi-khatib

Sagala, S. (2006). Administrasi pendidikan kontemporer. Bandung: Alfabeta.

Saleh, A, C., & Hartono. (2003). Struktur Organisasi Kementerian Agama RI. Jakarta: Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal Dep. Agama RI.

Sasongko, A. (2017, Februari). Ulama NTB kritik wacana sertifikasi Dai dan Khatib. Diakses dari https://www.republi-ka.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/17/02/07/ okz030313-ulama-ntb-kritik-wacana-sertifikasi-dai-dan-khatib

Sugiyono. (2012). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sunarto, A. (2016). Khutbah Jum’at panduan hidup muslim. Surabaya: Karya Agung.

Supriadi, D. (2000) Mengangkat citra dan martabat guru. Yogyakarta: Adicitra Karya Nusa.

Tanjung, B.N. (2005). Pedoman penulisan karya ilmiah (proposal, skripsi, dan tesis) dan mempersiapkan diri menjadi penulis artikel ilmiah. Jakarta: Prenada Media Group.

Umam, F. (2014) Antara membina dan memperbanyak umat: Pola penyiaran agama Hindu dan Islam di kota Matara. Komunike, 6(2), 79-96.

Yamin, M. (2013). Sertifikasi profesi keguruan di Indonesia. Ciputat: Reperensi (GP Press Group).

Zaidallah, A, I. (2002). Strategi dakwah dalam membentuk da'i dan khatib profesional. Kalam Mulia.

Zubaidi, A. (2017, Maret). Sertifikasi kompetensi khatib. Gatra,

Zuhaili, W. (2010). Fiqih Imam Syafi’i. Jakarta: Almahira.




DOI: http://dx.doi.org/10.15642/jki.2018.1.1.155-178

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Indexed by:

Creative Commons License
Jurnal Komunikasi Islam (JKI) by http://jki.uinsby.ac.id/index.php/jki is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats