MANAJEMEN KOMUNIKASI BERBASI KEARIFAN LOKAL PADA KOMUNITAS ADAT BAYAN, KABUPATEN LOMBOK UTARA, PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

Kadri Kadri

Abstract


Tulisan ini difokuskan untuk mengungkap kearifan local dalam komunikasi komunitas adat Bayan dengan menjadikan tradisi menyilaq sebagai fokus kajian. Tradisi menyilaq merupakan salah satu bentuk kearifan komunikasi yang masih dipertahankan oleh komunitas adat Bayan. Tradisi menyilaq dilakukan dengan cara mendatangi warga adat untuk menginformasikan dan mengundang mereka dalam kegiatan atau ritual adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi menyilaq dilakukan oleh Lang Lang ke Pebenkel dan hal yang sama juga dilakukan Pebenkel kepada masyarakat adat Bayan. Menyilaq merupakan bentuk lain dari sosialisasi kegiatan adat kepada anggota komunitas yang dilakukan dengan dua cara yaitu sosialisasi top down pasif dan sosialisasi top down aktif. Lewat tradisi menyilaq komunitas adat Bayan menunjukkan konsistensinya dalam mempertahankan tradisi penyampaian informasi secara langsung di tengah gencarnya gempuran teknologi komunikasi yang mudah, cepat dan praktis. Tradisi ini sebagai media silaturahim langsung yang mereka anggap sebagai bentuk penghormatan dan silaturahim yang paling baik sehingga ikatan kekeluargaan di antara anggota komunitas terus terbangun. Menyilaq juga merupakan perwujudan dari komunikasi efektif karena di dalamnya berlangsung personal contact dan terjadi immediate feedback di saat face to face communication terjadi. Lebih dari itu, tradisi menyilaq tidak hanya menyampaikan isi pesan tetapi juga membangun hubungan baik di antara anggota komunitas adat sehingga kehidupan mereka terlihat tentram.



DOI: http://dx.doi.org/10.15642/jki.2018.8.2.269-288

Refbacks

  • There are currently no refbacks.