DESAIN LABORATORIUM DAKWAH FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UIN WALISONGO SEMARANG

Agus Riyadi

Abstract


Desain Laboratorium Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang”, merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian desain laboratorium Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang adalah sebagai berikut:  Pertama;  laboratorium Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang Berbasis Jurusan 1). Laboratorium Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Laboratorium jurusan PMI dibagi menjadi dua yaitu laboratorium in door dan out door. Laboratorium in door mahasiswa dapat melakukan berbagai kegiatan, antara lain: (1) Mendapatkan simulasi berdasarkan pada paper reading atau video watching yang berisikan tentang permasalahan yang ada di masyarakat, (2) mengidentifikasikan persoalan melalui bahan yang telah disimulasikan dengan merefleksikan nilai-nilai keIslaman, (3) menyusun strategi dengan menggunakan rujukan pengembangan masyarakat melalui ajaran Islam, (4) melaksanakan strategi pengembangan masyarakat dengan berbagai pendekatan, (5) mengevaluasi effektifitas masing-masing stretegi dan menemukan inovasi strategis dalam pengembangan masyarakat. Sedangkan laboratorium out door adalah laboratorium yang berada di luar kampus. Dalam hal ini adalah masyarakat itu sendiri. Dengan menjadikan masyarakat dan lingkungannya diharapkan mahasiswa akan langsung mengetahui kebutuhan-kebutuhan dalam pengembangan masyarakat, berikut problematika yang dihadapi secara langsung. Menyambung dari tahapan praktikum in door (item 4), maka mahasiswa diterjunkan ke out door laboratory, sehingga apa yang diidentifikasi langsung terjawab kebenarannya sekaligus upaya pemecahan masalahanya. 2). Laboratorium Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) meliputi : a. Laboratorium Radio, b. Laboratorium Audio Visual (Telivisi), c. Laboratorium Aplikasi Komputer, c. Laboratorium Fotografi d. Laboratorium Grafika Percetakan. 3). Laboratorium Manajemen Dakwah (MD) meliputi: a. Laboratorium Entrepreneurship, b Laboratorium Manasik Haji dan Leadership. 4) Laboratorium Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) adalah Laboratorium Micro Counseling adalah sebuah tempat yang disiapkan untuk proses pembelajaran dan pengembangan keilmuan dan kompetensi mahasiswa jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) juga dosen di kalangan Fakultas Dakwah UIN Walisongo Semarang. Kedua; Laboratorium Dakwah Cyber. Laboratorium dimaksudkan sebagai pusat kajian dan pengembangan media dakwah yang berorientasi ke masa depan, yaitu lebih menekankan pada empat wilayah penting sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi yang akan dikelola. Wilayah riset, pengajaran, pengabdian masyarakat dan variannya. Untuk riset akan mengeksplorasi pada kajian media cetak, radio, televisi dan new media. Untuk wilayah pengajaran akan meramu hasil riset untuk dijadikan acuan untuk pengajaran media dakwah pada mahasiswa. Pengabdian masyarakat menjadi saluran mengkomunikasian hasil riset pada tataran eksternal kampus. Terakhir mengacu pada varian media dakwah seperti misal kajian fotografi, gambar dan kaligrafi. Ketiga; Laboratorium Micro Preaching dan Public Speaking. Laboratorium ini berfungsi sebagai pusat pelatihan bagi calon-calon da’i di Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Keempat; Laboratorium Penelitian. Laboratorium ini merupakan sarana pengembangan data dan informasi untuk menunjang kemampuan akademik mahasiswa dan dosen di lingkungan civitas akademika Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang melalui integrasi disiplin keilmuan antara agama dan sosial-humaniora baik di bidang penelitian, pengabdian, maupun praktikum kuliah. Kelima; Laboratorium Jurnal Ilmiah. Laboratorium ini membidangi publikasi karya-karya akademik, terutama penelitian, dosen, mahasiswa atau para penulis dan peneliti dalam berbagai bidang yang berkaitan dengan jurusan dan program studi di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo Semarang.




DOI: http://dx.doi.org/10.15642/jki.2018.8.2.289-310

Refbacks

  • There are currently no refbacks.