Jurnalisme Islam-Profesional dalam Pusaran Politik Identitas: Studi Kasus pada Harian Duta Masyarakat & Harian Bangsa

  • Dhimam Abror Djuraid STIKOSA AWS Surabaya
Keywords: Politik identitas, dukungan politik, media Islam, jurnalisme profesional

Abstract

The 2019 presidential election was considered as an arena for identity-based-politics competition between abangan-moderate Islamic groups versus formal-conservative Islamic groups. The mass media which should be neutral and objective, are trapped in the political arena of identity politics, including Harian Duta Masyarakat and Harian Bangsa. This study reviews in-depth how Harian Duta Masyarakat and Harian Bangsa interpret professional journalism and Islamic journalism amid political support for the presidential election, 2019. With qualitative-descriptive methods, this study found that Harian Duta Masyarakat openly supported Prabowo Sandi, while the Harian Bangsa was a strong supporter of Joko Widodo-Makruf Amien. Both media justified that those decisions were made through professional and ideological reasons.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Batubara, L. (2004). Indonesia Kekurangan Staf Bisnis dan Wartawan. Makalah dipresentasikan pada diskusi kompetensi wartawan di Jakarta tahun 2004.

Cresswell, J.W. (2013). Qualitative Inquiry, Research and Design; Choosing among Five Approaches. London: Sage Publication.

Denny, J.A.(2019). Pilpres 2019 dan Politik Identitas. Diakses dari beritajatim.com

Hadi, P. (2014). Jurnalisme Profetik. Jakarta: Penerbit Republika.

Kovach, B., & Rosentiel. (2009). Elemen Jurnalisme, Jakarta: Pantau.

Latif, Y. (2005). Inteligensia Muslim Dan Kuasa; Genealogi Inteligensia Muslim Indonesia Abad ke-20. Bandung: Mizan.

Latif, Y. (2019). Negara Paripurna; Historitas, Rasionalitas, dan Aktualitas Pancasila. Jakarta: Gramedia.

Maliki, Z. (2010). Sosiologi Politik; Makna, Kekuasaan, dan Transformasi. Yogjakarta: Gadjah Mada Press.

McChesney, R. (2000). Rich Media, Poor Democracy. London: The New Press.

McQuail, D. (2010). Teori Komunikasi Massa, Jakarta: Salemba Humanika.

Moleong, L.J. (2003). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosdakarya.

Mosco, V. (2009). Politic Economy of Media. London: Sage Publication.

Mulyana, D. (2013). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosda.

Murdock, G., & Golding, J. (2001). The Political Economy of Media. London: Bloomsbury.

Oetama, J. (2001). Pers Indonesia; Berkomunikasi dalam Masyarakat Tidak Tulus. Jakarta: Gramedia.

Qodari, M. (2019) Politik Aliran dalam Demokrasi. Diakses dari kumparan.com

Schimmel, A. (2019). Dan Muhammad adalah Utusan Allah; Penghormatan terhadap Nabi SAW dalam Islam. Jakarta: Noura Book.

Simanjuntak, M. (1994). Pandangan Negara Integralistik. Jakarta: Grafitti.

Siradj, A.S. (2019). Nahdhatul Ulama dan Islam Nusantara. Diakses dri Tirt.id.

Steele, J. (2018). Mediating Islam; Jurnalisme Kosmopolitan di Negara-Negara Muslim Asia Tenggara. Jakarta: Bentang.

Sugiyono. (2006). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Surjomiharjo, A. (2002). Sejarah Pers di Indonesia. Jakarta: Penerbit Kompas.

Yin, K.R. (2014). Studi Kasus; Desain dan Metode. Jakarta: Rajagrafindo.

Published
2019-12-01
How to Cite
Djuraid D. A. (2019). Jurnalisme Islam-Profesional dalam Pusaran Politik Identitas: Studi Kasus pada Harian Duta Masyarakat & Harian Bangsa. Jurnal Komunikasi Islam, 9(2), 373-392. https://doi.org/10.15642/jki.2019.9.2.373-392