Semiotika Komersialisasi Islam: Analisis Produk Iklan “Resik V Keluarga Sakinah” di Televisi

  • Kolik Koirudin UNS Solo
  • Sri Kusuma Habsari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
  • Deny Tri Ardianto
Keywords: Komersialisasi Islam, iklan, komodifikasi agama, strategi pemasaran, keluarga sakinah.

Abstract

This article aims to analyse the meaning of the construction of Islam in the "Resik V” advertisement of the "Sakinah Family" version on television. There are two research questions raised as a focus of the study, namely the reason why the producer of "Resik V" Ad does "Islamisation" the product? How does "Resik V" Ad put the narratives and codes of Islam on this product? Using Roland Barthes's semiotic analysis, the results of this study found that, first, “Resik V“ advertising was the result of the construction marketing strategy which provided an illusion and adaptation in order to be accepted by Muslim consumers. Second, the narration and co-de of Islam within Ad product was a commodification of religion since the main key for the sakinah family mainly because of faith and obedience to Allah Swt, and not merely maintaining the cleanliness and firmness of the female sex organs.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aragon. H.H. (2018). Hijrah 18 Seleb Kondang Ini Ternyata Satu Komunitas Pengajian. Brilio.net. diakses dari https://www.brilio.net/selebritis/hijrah-18-seleb-kondang-ini-ternyata-satu-komunitas-pengajian-180305t.html

Barthes, R. (2004). Mitologi, Terj. Nurhadi dan A. Sihabul Millah. Bantul: Kreasi Wacana.

Berger, A.A. (2005). Tanda-Tanda dalam Kebudayaan Kontenporer: Suatu Pengantar Semiotika. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Budiman, K. (2004). Jejaring Tanda-Tanda: Strukturalisme dan Semiotika dalam Kritik Kebudayaan. Magelang: Indonesiatera.

Fealy, G., & Sally, W. (2008). Expressing Islam: Religious Life and Politics in Indonesia. Singapura: Institute of Southeast Asian Studies.

Habsari, S.K. (2019). Arts: Popular Culture: Indonesia. Diakses dari https://referenceworks.brillonline.com/entries/encyclopedia-of-women-and-Islamic-cultures/arts-popular-culture-indonesia-COM_002168

Shibab, M.Q. (2015). Halalan Thayyiba. Diakses dari http://quraishshihab.com/article/halalan-thayyiba/

Hasan, N. (2006). Laskar Jihad, Islam, Militancy, and the Quest for Identity in Post-New Order Indonesia. New York: Cornell University.

Hermawan, A. (2009). Spiritualisme televisi: Antara aqidah dan komodifikasi. Jurnal Dakwah. 10(1), 33-52.

Heryanto, A (ed). (2012). Budaya Populer di Indonesia: Mencairnya Identitas Pasca-Orde Baru. Yogyakarta: Jalasutra.

Heryanto, A. (ed). (2015). Identitas dan Kenikmatan: Politik Budaya Layar Indonesia, Terjemahan Eric Sasono. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Hoesterey, J. & Crark, M. (2012). Film Islami: gender, piety and pop culture in post-authoritarian Indonesia. Jurnal Asian Studies Review. 36 (2), 207-226.

Howell, J.D. (2008). Expressing Islam: Religious Life and Politics in Indonesia. Singapura: Institute of Southeast Asian Studies.

Ibrahim, I.S. (2011). Budaya Populer Sebagai Komunikasi: Dinamika Popscape dan Mediascape di Indonesia Kontenporer. Yogyakarta: Jalasutra.

Ida, R. (2014). Metode Penelitian Studi Media dan Kajian Budaya. Jakarta: Prenadamedia Group.

Jati, W. R. (2015). Islam populer sebagai pencarian identitas muslim kelas menengah indonesia. Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam. 5(1), 139-163.

Keene, M. (2006). Agama-Agama Dunia. Yogyakarta: Kanisius.

Kementerian Agama RI. (2009). Al-Qur’anul Karim: Terjemah dan Tajwid Berwarna Disertai Tafsir Ringkas Ibnu Katsir. Bandung: Penerbit Jabal.

Kunjana, G. (2016). Kino Kantongi Sertifikat Halal. Diakses dari https://investor.id/industry-trade/kino-kantongi-sertifikat-halal

Muhammadin. (2013). Kebutuhan manusia terhadap agama. Jurnal JIA. 2(1), 99-114.

Mustolehudin. (2012). Nilai moral dalam lirik lagu Rhoma Irama. Jurnal Analisa. 19(2), 213-225.

Najwah, N. (2016). Kriteria memilih pasangan hidup (Kajian hermeneutika hadis). Jurnal Studi Ilmu-Ilmu al-Qur’an dan Hadis. 17(1), 98-121.

Lull, J. (2000). Media Komunikasi Budaya. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Ramli. (2005). Agama dan kehidupan manusia. Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial. 7(5), 138-144.

Safri, A. N. (2012). Otentisitas risalah kenabian (pluralisme dan kemanusiaan). Jurnal Esensia. 17(1). 167-186.

Solikhati, S. P., Heddy S. A., & Nugroho, H. (2015). Banalitas simbol keagamaan dalam sinetron religi: Analisis tayangan sinetron bukan Islam KTP di SCTV. Jurnal Ilmu Dakwah. 35(1), 96-117.

Strinati, D. (2007). Popular Culture: Pengantar Menuju Teori Budaya Populer. Yogyakarta: Bentang.

Syahputra, I. (2016). Agama di era media: kode religius dalam industri televisi Indonesia. Jurnal Esensia. 17(1).125-138.

Wijayanti, R. (2017). Jilbab sebagai etika busana muslimah dalam perspektif Al-Quran. Jurnal Studi Islam. 17(2). 151-170.

Published
2020-06-10
How to Cite
Koirudin K., Habsari S. K., & Ardianto D. T. (2020). Semiotika Komersialisasi Islam: Analisis Produk Iklan “Resik V Keluarga Sakinah” di Televisi. Jurnal Komunikasi Islam, 10(1), 46-63. https://doi.org/10.15642/jki.2020.10.1.46-63