Perlawanan terhadap Marginalisasi Perempuan dalam Islam: Analisis Wacana Kritis pada Laman mubadalah.id

  • Aliftya Amarilisya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta
Keywords: Critical discourse analysis, marginalisation, women, Islam

Abstract

The growing phenomenon of hijrah lately has been used by many groups to campaign various religious issues. However, the campaign contents are often discriminatory through flouring the logic of gender as natural. This study analyses the discourse of contemporary Muslim women's resistance to the marginalisation and domestication on mubadalah.id site. Using a qualitative research design and Norman Fairclough's critical discourse analysis, the results of this study indicate that mubadalah.id considers the discourse of marginalisation of women is contrary to gender equity taught in Islamic teachings. This online media also provides a counter discourse that men are also responsible for domestic works.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adiputra, W. M. (2012). Media Baru: Studi Teoritis & Telaah dari Perspektif Politik dan Sosiokultural. FISIPOL UGM.

Amrulloh, Z. (2019). Membaca Konstruksi Peran Perempuan dalam Rumah Tangga (Gambaran Konsep Hijrah dalam Kelompok Pengajian). Tasâmuh, 17(1), 230–244. https://doi.org/10.20414/tasamuh.v17i1.1278

Andarwulan, T. (2017). Cyberfeminis: Wajah Baru Pembebasan Diri Kaum Perempuan. Kafa`ah: Journal of Gender Studies, 7(1), 93–106. https://doi.org/10.15548/jk.v7i1.160

Andika, M. (2018). Reinterpretasi Ayat Gender dalam Memahami Relasi Laki-Laki dan Perempuan (Kajian Kontekstual QS An-Nisa` ayat 34). Musãwa, 17(2), 137–152. https://doi.org/10.15408/harkat.v15i1.10399

Arofat, S. (2013). Representasi Perempuan dalam Film Bernuansa Islami. Refleksi, 13(4), 495–528. https://doi.org/10.15408/ref.v13i4.912

Aswadi. (2018). Mengulik Akar Kritis dalam Analisis Wacana Kritis dan Implementasinya terhadap Teks Berita (Exploring Critical Roots in Critical Discourse Analysis and its Implementation on News Text). Lensa: Kajian Kebahasaan, Kesusastraan, Dan Budaya, 8(2), 176–188. https://doi.org/10.26714/lensa.8.2.2018.176-188

Bhasin, K. (1996). Menggugat Patriarki. Yayasan Bentang Budaya.

Eriyanto. (2001). Analisis Wacana: Pengantar Analisis Teks Media. LKiS.

Fairclough, N. (2001). Language and Power. Pearson Educated Limited.

Fakih, M. (1996). Analisis Gender dan Transformasi Sosial. Pustaka Pelajar.

Gina, A. (2018). Ikhaputri Widiantini: Sistem Patriarkal Memperkuat Diskriminasi melalui Bahasa. https://www.jurnalperempuan.org/warta-feminis/ikhaputri-widiantini-sistem-patriarkal-memperkuat-diskriminasi-melalui-bahasa

Hanapi, A. (2015). Peran Perempuan dalam Islam. Internasional Journal of Child and Gender Studies, 1(1), 15–25. https://doi.org/10.22373/equality.v1i1.620

Ibrahim, S. (2013). Hukum Domestikasi dan Kepemimpinan Perempuan dalam Keluarga. Jurnal Al-Ulum, 13(2), 215–244.

Intan, S. (2014). Kedudukan Perempuan dalam Domestik dan Publik Perspektif Jender (Suatu Analisis Berdasarkan Normatifisme Islam). Jurnal Politik Profetik, 3(1). https://doi.org/10.24252/profetik.v2i1a5

Jenkins, H. (2006). Fans, Blogger, and Gamers: Essays in Participatory Culture. New York University Press.

Kholifah. (2020). Re: Dalil Agama Kerja Domestik Tanggung Jawab Bersama [Komentar Instagram]. https://www.instagram.com/p/B9YfYBcgcT8/?igshid=gureiepl84qt

Kirnandita, P. (2017). Kerikil Tajam Dunia Pendidikan untuk Perempuan. https://tirto.id/kerikil-tajam-dunia-pendidikan-untuk-perempuan-cuHk

Mardiasih, K. (2019). Muslimah yang Diperdebatkan (2nd ed.). Buku Mojok.

Murniati, N. (2004). Getar Gender. IndonesiaTera.

Mutiah, R. (2019). Analisis Wacana: Kampanye the Center of Gender Studies (CGS) “Kesetaraan Gender dan Kebebasan Perspektif Islam” melalui Media Online. Tasâmuh, 16(2), 1–20. https://doi.org/10.20414/tasamuh.v16i2.936

Nasrullah, R. (2016). Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi (2nd ed.). Simbiosa Rekatama Media.

Nurrochman. (2014). Al-Qur’an dan Isu Kesetaraan Gender: Membongkar Tafsir Bias Gender, Menuju Tafsir Ramah Perempuan. Wahana Akademika, 1(2), 267–288. https://doi.org/10.21580/wa.v1i2.816

Rahman, K. I. (2020). Tips Agar Tulisanmu Diterima di Mubaadalah News. Iffiarahman.Com. https://www.iffiarahman.com/2020/07/tips-agar-tulisanmu-diterima-di.html

Sakina, A. I. ., & Asiah, D. H. S. (2017). Menyoroti Budaya Patriarki di Indonesia. Share : Social Work Journal, 7(1), 71–80. https://doi.org/10.24198/share.v7i1.13820

Scott, J. C. (2000). Senjatanya Orang-Orang yang Kalah. Yayasan Obor Indonesia.

Septiasputri. (2019). PP Muhammadiyah: Isu Agama di Indonesia sangat Sensitif. https://rri.co.id/nasional/peristiwa/748598/pp-muhammadiyah-isu-agama-di-indonesia-sangat-sensitif

Simarmata, S. (2014). Media Baru, Ruang Publik Baru, dan Transformasi Komunikasi Politik di Indonesia. InterAct-Journal on Communication, 3(2), 18–36. https://doi.org/10.36388%2Fia.v3i2.721

Subhan, Z. (2012). Gender dalam Tinjauan Tafsir. Kafa`ah: Journal of Gender Studies, 2(1), 1–10. https://doi.org/10.15548/jk.v2i1.34

Sumadiria, H. (2005). Menulis Artikel dan Tajuk Rencana. Simbiosa Rekatama Media.

Suryorini, A. (2012). Menelaah Feminisme dalam Islam. Sawwa: Jurnal Studi Gender, 7(2), 21–36. https://doi.org/10.21580/sa.v7i2.647

Thaniago, R. (2019). Silakan Berbeda, Tapi Kalau Bisa Islam Lebih Baik: Pindah Agama dalam Berita. https://www.remotivi.or.id/amatan/548/silakan-berbeda-tapi-kalau-bisa-islam-lebih-baik-pindah-agama-dalam-berita

Wardhani. (2020). Re: Mengasuh Anak, Tugas Siapa? [Komentar Instagram]. https://www.instagram.com/p/B9wPvvDgWpN/?igshid=1p7w3xylpjuuo

Zaenuddin, A. (2017). Mengapa Para Dai Bisa Amat Populer di Media Sosial. https://tirto.id/mengapa-para-dai-bisa-amat-populer-di-media-sosial-cCox

Wawancara

Amin, Z. (2020, 26 Juli). Personal Interview.

_______. (2020, 20 September). Personal Interview.

Nadzifah, A. (2020, 14 Agustus). Personal Interview.

Pramestiarini, A. (2020, 21 September). Personal Interview.

Published
2020-12-28
How to Cite
Amarilisya A. (2020). Perlawanan terhadap Marginalisasi Perempuan dalam Islam: Analisis Wacana Kritis pada Laman mubadalah.id. Jurnal Komunikasi Islam, 10(2), 345-369. https://doi.org/10.15642/jki.2020.10.2.345-369
Section
Articles