Intervensi New Media dan Impersonalisasi Otoritas Keagamaan di Indonesia

Mutohharun Jinan

Abstract


The article discusses the impact of new media on the shift of religious authority in Indonesia. It argues that the development of new media (internet) has shifted the traditional religious authority to more impersonal media such as books, websites, blogs, and the like. Furthermore, progressiveness and openness of the new Media also have supported the acceleration on the so called “Ulama rejuve–nation”. This is due to the fact that, due to such shift (the religious power shifting), a person does not necessarily graduate from pesantren to be Muslim clerics or Ulama. In addition, the shift of religious authority also has contribu–ted to the loosening filter for the emergence of a wide variety religious intereptations that, to some extent, go uncontrolled without limitation.
Keywords: new media, religious authority, impersonal media

----------------------------------------------------------------------

Artikel ini mendiskusikan dampak new media pada pergeseran otoritas keagamaan di Indonesia, dan berpendapat bahwa seiring perkembangan teknologi in–formasi, internet telah memudarkan otoritas keagamaan tradisional dan bergeser pada pada media impersonal, se–perti buku, website, blog, dan sejenisnya. Progresifitas dan keterbukaan new media juga mendorong percepatan pro–ses ”peremajaan ulama” yang tidak mensyaratkan bahwa ulama harus lulusan dari pesantren. Selain itu, intervensi new media memungkinkan percepatan merebaknya pema–haman ”liar” yang sangat berbeda dari arus mainstream. Arus pertumbuhan new media ini tentunya semakin memencarnya fatwa-fatwa keagamaan tanpa batas-batas yang jelas.
Kata Kunci: new media, otoritas keagamaan, media impersonal


Full Text:

PDF

References


Artikel ini mendiskusikan dampak new media pada pergeseran otoritas keagamaan di Indonesia, dan berpendapat bahwa seiring perkembangan teknologi in–formasi, internet telah memudarkan otoritas keagamaan tradisional dan bergeser pada pada media impersonal, se–perti buku, website, blog, dan sejenisnya. Progresifitas dan keterbukaan new media juga mendorong percepatan pro–ses ”peremajaan ulama” yang tidak mensyaratkan bahwa ulama harus lulusan dari pesantren. Selain itu, intervensi new media memungkinkan percepatan merebaknya pema–haman ”liar” yang sangat berbeda dari arus mainstream. Arus pertumbuhan new media ini tentunya semakin memencarnya fatwa-fatwa keagamaan tanpa batas-batas yang jelas.

Kata Kunci: new media, otoritas keagamaan, media impersonal

Bunt, Gary R. 2003, Islam in the Digital Age: E-Jihad, Online Fatwas and Cyber Islamic Environments, Pluto Press, London.

Burhanudin, Jajat, & Baedhowi, Ahmad,2003, Transformasi Otori–tas Keagamaan: Pengalaman Islam Indonesia, Gramedia Pusta–ka Utama bekerjasama dengan PPIM, UIN Jakarta dan Basic Education Project, Depag, Jakarta.

Dahlan, Alwi. 2011, ‘Understanding the New Media’, The Jakarta Post. Diakses pada 27 September 2012 dari http://www.thejakartapost.com/news/2011/12/22/understanding-new-media-part2-2.html.

Dale F. Eickelman dan John W. Anderson, 2003, New Media in the Muslim Morld: The Emerging Public Sphere, Indiana University Press, Bloomington.

Dale F. Eickelman, 2005, “New Media in the Arab Middle East and the Emergence of Open Societies’, dalam Remaking Muslim Politics: Pluralism, Contestation, Democratization, ed Robert W. Hefner, Princeton University Press, Princeton.

Dawson, Lorne. 2001, ’Researching Religion in Cyberspace: Issues and Strategies’, dalam Religion on the Internet: Research Prospects and Promises, Religion and the Social Order, volume 8, ed Jeffery Hadden and Douglas Cowan, JAI Press, New York.

Gaborieau, Marc. 2010, ’Redefining Religious Authority in South Asian Muslims’, dalam Varieties of Religious Authority: Changes and Challenges in 20th Century Indonesian Islam, Azra, Azyumardi, Van Dijk, Kees, dan Nico, JG Kaptein, ISEAS, Singapore.

Gunawan, 2012, ‘Masa Depan Self Publishing’, Republika 12 Juni.

Debbie, Herring, 2005, ’Virtual as Contextual: A Net News Theology’, dalam Religion and Cyberspace, ed Morten T. Højsgaard and Margrit Warburg, Routledge, New York.

Hooker, MB. 2003, Islam Mazhab Indonesia: Fatwa-Fatwa dan Perubahan Sosial, Teraju, Jakarta.

Irwansyah, 2010, Teknologi Komunikasi Sebagai Eksistensi Kekera–batan: Studi Analisa Jaringan Sosial Kekerabatan Berbasis Teknologi Komunikasi Telepon Seluler, Universitas Indonesia, Jakarta.

J. DeLong-Bas, Natana.n.d, The New Social Media and the Arab Spring. Diakses pada 30 September 2012 dari http://www.oxfordislamicstudies.com/Public/focus/essay0611_social_media.html.

Kramer, Gudrun, & Sabine, Schmidtke, 2006, Speaking for Islam: Religious Authorities in Muslim Societies, Brill, Leiden.

Kuntowijoyo, 2003, Muslim Tanpa Masjid, Mizan, Bandung.

Mahbunani, Kishore. 2011, Asia Hemissfer Baru Dunia,Pergeseran Kekuatan Global ke Timur yang Tak Terelakkan, terj., Murtianto, Bambang, Kompas, Jakarta.

Manovich, Lev. 2003, ’New Media From Borges to HTML’, dalam The New Media Reader, ed Noah Wardrip-Fruin & Nick Montfort, Massachusetts, Cambridge.

MUI Surakarta 2011, Kritik Evaluasi dan Dekonstruksi Gerakan Deradikalisasi Aqidah Muslimin di Indonesia, MUI, Surakarta.

Nurudin, 2010, Citizen Journalism Sebagai Katarsis Baru Masyarakat, Litera, DP2M DIKTI, DP2M UMM, Malang.

Sardar, Ziaudin. 2003, Islam, Postmodernisme, and the Future, Pluto Press, London.

Teusner, Paul Emerson dan Cambell, Heidi A.n.d, Religious Authority in the Age of the Internet. Diakses pada 1 Oktober 2012 pada http//www.baylor.edu

Vin Crosbie. 2006, ‘Rebuilding Media’. Diakses pada 1 Oktober 2012 dari http://rebuildingmedia.corante.com/archives/2006/04/27/ what_is_new_media.php.

Zulkifli. 2010, ‘The Ulama, Religious Authority and Recognition in Indonesia’, Kumpulan Makalah ACIS X di Samarinda, Kemenag, Jakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.15642/jki.2013.3.2.%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Indexed by:

Creative Commons License
Jurnal Komunikasi Islam (JKI) by http://jki.uinsby.ac.id/index.php/jki is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats