Middle-Class Islamist Women’s Activism on Social Media:

A Critical Study of #Womenneedkhilafah

  • Alifatul Lusiana Uswatun Chasanah UIN Sunan Ampel Surabaya
  • Mukhammad Zamzami UIN Sunan Ampel Surabaya
Keywords: Hizbut Tahrir Indonesia, Islamism, Muslimah middle-class, twitter.

Abstract

This article critically discusses the content of tweets expressing Islamist women’s activism on #Womenneedkhilafah, which is mostly followed by Indonesia’s middle-class Muslimah. A qualitative method with Foucauldian discourse analysis approach is applied in this study. The findings have revealed that the hashtag #womenneedkhilafah is constructed through the knowledge-power relations of Hizbut Tahrir Indonesia’s Islamist ideology grounded in a literal-textual theological argument in which the propagation of Islamism and independent Islamic state or caliphate becomes the main goal. The manifestation of the power-knowledge relation is conducted by limiting women’s role, mobility, and authority over their bodies. HTI limits women’s mobility in "male" public space and considers women's primary role to be the family caregiver, particularly to educate their children and simultaneously to prepare a new and stronger generation of HTI.

Downloads

Download data is not yet available.

References

A’la, A., Zamzami, M., Udin, N.H.W., & Aniq, A.F. (2018). Islamism in Madura: From Religious Symbolism to Authoritarianism. Journal of Indonesian Islam, 12(2), 159-194. DOI: 10.15642/JIIS.2018.12.2.

Akmaliah, W. (2020). The Demise of Moderate Islam: New Media, Contestation, and Reclaiming Religious Authorities. Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies, 10(1), 1-24. DOI: https://doi.org/10.18326/ijims.v10i1.1-24.

Arif, S. (2016). Pandangan dan Perjuangan Ideologis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dalam Sistem Kenegaraan di Indonesia. Aspirasi: Jurnal Masalah-Masalah Sosial, 1(1), 93-104. DOI: https://doi.org/10.46807/aspirasi.v7i1.1282.

Bayat. (2007). Making Islam Democratic: Social Movement and the Post-Islamist Turn. Stanford: Standford University Press.

BBCNews. (2019). Kebrutalan ISI': Saya Tidak Ingin Punya Bayi dari Orang-Orang Itu - Perempuan dan Anak-Anak Yazidi Masih Dihantui Kekerasan. Diaases dari https://www.bbc.com/ indonesia/dunia-53591111

BBCNews. (2019). Perempuan Hamil Petempur ISIS Asal Indonesia Tewas Dibunuh Setelah 'Dipukul dan Disiksa' di Kamp al-Hol. Diakses dari https://www.bbc.com/indonesia/dunia-49169386

Foucault, M. (2012). Arkeologi Pengetahuan (I.R. Muzir, Terjemahan). Yogyakarta: IRCiSod.

Ghifari, I.F. (2017). Radikalisme di Internet. Religious: Jurnal Studi Agama dan Lintas Budaya, 1(1), 123-134. DOI: https://doi.org/10.15575/rjsalb.v1i2.1391.

Hatta, M. (2018). Media Sosial Sebagai Sumber Keberagamaan Alternatif Remaja dalam Fenomena Cyberreligion. Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah dan Kemasyarakatan, 22 (2), 1-30.

Hilmy, M. (2008). Konstruk Teologis Islamisme Radikal di Indonesia Pasca Orde Baru. Miqot: Jurnal Ilmu Ilmu Keislaman, 32 (1), 32-49. DOI: http://dx.doi.org/10.30821/miqot.v32i1.155.

Jati, W.R. (2016). Cyberspace, Internet, dan Ruang Publik Baru: Aktivisme Online Politik Kelas Menengah Indonesia. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 3(1), 25-35. DOI: https://doi.org/ 10.22146/jps.v3i1.23524.

Jones, S. (2015). Online Activism and Social Media Usage among Indonesian Extremists. IPAC Report.

Juanmartin. (2021). Bukan KG Juga Kapitalisme, Kaum Perempuan Hanya Butuh Khilafah. MuslimahNews.com. Diakses dari https://www.muslimahnews.com/2021/02/20/bukan-kg-juga-kapitalisme-kaum-perempuan-hanya-butuh-khilafah/

Kali, A. (2013). Diskursus Seksualitas Michel Foucault. Yogyakarta: Ledalero.

Khisbiyah, Y., & Thoyibi, M. (2018). Kontestasi Wacana Keislaman di Dunia Maya: Moderatisme, Ekstremisme, dan Hipernasionalisme. Surakarta: Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Latif, Y. (2018). The Religiosity, Nationality, and Sociality of Pancasila: Toward Pancasila through Soekarno’s Way. Studia Islamika, 25 (1), 207 -246. DOI: 10.15408/sdi.v25i2.7502.

Meladia, dkk. (2017) Penggunaan Hastag (#) Akun Twitter Direktorat Jenderal Pajak dalam Upaya Membangun Kesadaran Membayar Pajak. Jurnal Komunikasi KAREBA, 6(2), 241-248. DOI: https://doi.org/10.31947/kjik.v6i2.5321.

MNews. (2020). Kontroversial, Sinta Nuriyah Menyatakan Jilbab Tidak Wajib. Pakar Politik Asma Amnina: Corong liberalisasi Islam. Diakses dari https://www.muslimahnews.com/2020/ 01/20/kontroversial-sinta-nuriyah-menyatakan/

Munhanif, A. & Dahlan, M. (2018). Lineages of Islamic Extremism in Egypt: Ikhwan al-Muslimun, State Volence and the Origins of Radical Politics. Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies, 6(2), 421-460. DOI: https://doi.org/10.14421/ajis.2018.562.421-460.

Muqtada, M.R. (2017). Hadis Khilafah dan Relasinya terhadap Kontestasi Politik Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Pasca-Perpu Nomor 2 Tahun 2017. Mutawatir: Jurnal Keilmuan Tafsir Hadis, 8(1), 1-21. DOI: https://doi.org/10.15642/ mutawatir.2018.8.1.1-21.

Muzakki, A. (2010). Islamisme dan Politisasi Agama Model PKS dalam Pilpres 2009. Islamica: Jurnal Studi Keislaman, 5(1), 61-76. DOI:https://doi.org/10.15642/islamica.2010.5.1.61-76.

Putri, K.D. (2018). Optimalisasi Microblogging Twitter sebagai Alat Kehumasan dalam Perusahaan. Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik, 22(2), 40-51. DOI https://doi.org/ 10.17933/diakom.v1i1.13.

Qutb, M. (1964). Jāhiliyyat al-Qarn al-‘Ishrīn. Cairo: Dār al-Shurūq.

Rahmat, M.I. (2006). Arus Baru Islam Radikal: Transmisi Revivalisme Islam Timur Tengah ke Indonesia. Jakarta: Erlangga Press.

Rasyidah, F. (2010). Pandangan Aktivis Hizbut Tahrir Malang tentang Perempuan yang Bekerja di Sektor Publik. Skripsi. Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Malang.

Rofhani. (2013). Budaya Urban Muslim Kelas Menengah.Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam, 3(1), 181-210. DOI: https://doi.org/10.15642/teosofi.2013.3.1.181-210.

Rong, L., & Yang, Q. (2012). Trend Analysis of News Topics on Twitter. International Journal of Machine Learning and Computing, 2(3), 327-332.

Rusli, N. (2013). Spiritualising New Media: The Use of Social Media for Da’wah Purposes within Indonesian Muslim Scholars. Jurnal Komunikasi Islam, 3(1), 1-21. DOI: https://doi.org/ 10.15642/jki.2013.3.1.%25p.

Sasongko, A. (2015). Iffah Ainur Rochmah Ingin Perbaiki Kualitas Amal Ibadah. Republika. Diakses dari https://republika.co.id/ berita/nqpjs7i/iffah-ainur-rochmah-ingin-perbaiki-kualitas-amal-ibadah

Shobron, S. (2014). Media Dakwah Hizbut Tahrir Indonesia. Profetika: Jurnal Studi Islam, 15(1), 44 - 62.

Sunardi, F. (2021). Kapitalisme Global: “Lahan Subur” Perdagangan Perempuan. MuslimahNews.com. Diakses dari https://www. muslimahnews.com/2021/02/24/kapitalisme-global-lahan-subur-perdagangan-perempuan/

Syahputra, I. (2010). Post Media Literacy: Menyaksikan Kuasa Media bersama Michel Foucault. ASPIKOM: Jurnal Asosiasi Perguruan Tinggi Ilmu Komunikasi 1 (1), 1-14. DOI: http://dx.doi.org/ 10.24329/aspikom.v1i1.4.

Tibi, B. (2016). Islam and Islamism. (A. Adlin, Terjemahan). Bandung: Mizan.

Udin, N.W.H. (2018). Kontestasi antara Muslim Fundamentalis dan Muslim Liberal dalam Perebutan Makna Sosial Keagamaan di Indonesia. Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam, 8(1), 164-186. DOI: https://doi.org/10.15642/teosofi.2018.8.1.164-186.

Umi. C. (2017). Rigiditas dan Fleksibilitas Diskursus Fiqih Wanita Hizbut Tahrir. Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam, 7(2), 459-492. DOI:https://doi.org/10.15642/teosofi.2017. 7.2.459-492

Wiradnyana, K. (2018). Michel Foucault: Arkeologi Pengetahuan dan Pengetahuan Arkeologi. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Zamzami, M. (2011). Islam sebagai Agama dan Umat: Analisa Pemikiran Kenegaraan Jamâl al-Bannâ. Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam, 1(1), 93-112. DOI: https://doi.org/ 10.15642/teosofi.2011.1.1.93-112

Published
2021-06-29
How to Cite
ChasanahA. L. U., & ZamzamiM. (2021). Middle-Class Islamist Women’s Activism on Social Media: : A Critical Study of #Womenneedkhilafah . Jurnal Komunikasi Islam, 11(01), 1-32. https://doi.org/10.15642/jki.2021.11.01.1-32
Section
Articles