Badan Silaturrahmi Ulama Madura (BASRA): Dakwah Multi Fungsi

  • Abdullah Sattar Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel, Surabaya

Abstract

This article examines the proselytizing model of BASRA after the Bridge Surabaya-Madura was built. BASRA as a forum of Muslim preachers has an important role in conducting anticipatory actions towards the effects of industrialization in the aftermath of the establishment of the bridge. This paper explores changes of proselytizing model within BASRA from the so-called cultural ways to structural approaches, and from the normative pattern of Islamic teachings transformation to practical model.Keywords: proselytizing model, forum of Muslim preachers, structural domain, practical politics----------------------------------------------------------------------Artikel ini membahas Model Dakwah Badan Silaturrahmi Ulama Madura (BASRA) after paska dibangun-nya Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu). BASRA sebagai lembaga yang berisikan para da’i mempunyai peran penting dalam melakukan tindakan antisipatif atas efek industrialisasi paska terbangunnya jembatan Suramadu. Tulisan ini mengulas perubahan model dakwah pada BASRA, yakni dari model kultural menuju dakwah struktural; dari pola transformasi ajaran Islam yang normatif menjadi praksis. Argumentasi yang substansial atas mobilitas sebagian para Ulama BASRA ke ranah struktural atau terlibat pada politik praksis adalah demi efektivitas dan sinergitas dakwah.Kata Kunci: model dakwah, BASRA, forum ulama, strategi transformasi, politik praktis

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amin, S. M. 2009, Percik Pemikiran Para Kiai, Pustaka Pesantren, Yogyakarta.

'BASRA Resmi Boikot Produk AS', Republika Online, 4 Nopember 2001. Diakses 22 Juni 2012 dari http://groups.yahoo.com/-group/halal_baik_enak/message/1148

‘Budaya Ladang Kar-karkar’, GATRA, 27 Oktober 2000. Diakses pada 27 Maret 2012 dari http://arsip.gatra.com//2000-10-27/ver-si_cetak.php?id=685

Kamaruzzaman. 2001, Relasi Islam dan Negara : Perspektif Modernis dan Fundamentalis, Indonesia, Tera Jakarta.

Mashuri. 2010, ‘Jika Banyak Kiai Berperan “Kiai Catur”’ dalam Nahdlatul Ulama: Dinamika Ideologi dan Politik Kenegaraan, editor Khamami Zada, A. Fawaid Sjadzali, P.T. Kompas Media Nusantara, Jakarta.

MD, Moh. Mahfud. 2009, Menyongsong Percepatan Pembangunan Madura, Makalah disampaikan dalam Seminar Nasional “Bersama Membangun Madura” yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Bangkalan, Oktober

Muthahhari, M. 2007, Membumikan Kitab Suci: Manusia dan Agama, penyunting Haidar Baqir, Mizan, Bandung.

Qomar, M. tt, Pesantren: Dari Transformasi Metodologi Menuju Demokrasi Instritusi, Erlangga, Jakarta.

Rahardjo, M. D. 1999, Intelektual Inteligensia dan Perilaku Politik Bangsa, Risalah Cenekiawan Muslim, Mizan, Bandung.

Sachedina, A. A. 1991, Kepemimpinan Dalam Islam: Perpsektif Syi’ah, penterjemah Ilyas Hasan, Mizan, Bandung.

Shadr, S.M.B. 2003, Syahadat Kedua: Ketika Keimanan Sata Tak Cukup…, penterjemah Muhammad Abdul Qadir Alcaff, Pustaka Zahra, Jakarta.

Shihab, M.Q. 2007, Membumikan al-Qur;an, Fungsi dan Peran Wahyu Dalam Kehidupan Mayarakat, PT.Mizan Pustaka, cet. XXXI, Bandung.

Sobary, M. 2007, Kesalehan Sosial, LKiS, Yogyakarta.

'Ulama Madura Kritisi Kebijakan Presiden terkait Umat Islam', Warta, 16 April 2007. Diakses 22 Juni 2012 dari http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,1-id,8737-lang,id-c,warta-t,Ulama+Madura+Kritisi+Kebijakan+Presiden-+terkait+Umat+Islam-.phpx

Published
2014-12-01
How to Cite
SattarA. (2014). Badan Silaturrahmi Ulama Madura (BASRA): Dakwah Multi Fungsi. Jurnal Komunikasi Islam, 4(2). https://doi.org/10.15642/jki.2014.4.2.%p