Strategi Dakwah Kultural Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur

Rudy Al Hana

Abstract


Pada dasarnya ajaran NU dan Muhammadiyah berasal dari sumber yang sama; Al-Qur’an dan Hadist, perbedaan keduanya terletak pada pemahaman dan interpretasi. NU lebih menekankan pada keharmonisan ajaran, dan Muhammadiyah lebih menekankan purifikasi (kemurnian) ajaran. NU lebih banyak merujuk pada teks-teks mengenai keharmonisan hubungan antara sesama manusia, sedang Muhammadiyah lebih banyak merujuk pada teks-teks yang bertema amar ma’ruf nahi munkar. Komunitas NU lebih mudah berinteraksi dan menyesuaikan diri secara kultural, tapi sebaliknya komunitas Muhammadiyah secara kultural berhati-hati atas aspek-aspek budaya lokal. Perbedaan ini secara sosiologis memberi implikasi secara signifikan pada kedua organisasi ini, tapi dengan adanya dakwah kultural yang sedang dirintis dan dikembangan oleh Muhammadiyah, demikian juga NU yang terus mengupayakan redifinisi dakwah kulturalnya, nampaknya perbedaan-perbedaan itu bisa diakomodir dalam wadah dakwah kultural pemberdayaan umat yang secara bersama-sama bisa dilakukan.

 

Kata Kunci: Strategi Dakwah Kultural, Muhammadiyah Jawa Timur


Keywords


Strategi Dakwah Kultural, Muhammadiyah Jawa Tim

Full Text:

PDF

References


Suara Muhammadiyah”, No. 3 th. Ke 91, 1-15 Februari 2006,5-11.

Basith, Abdul, Wacana Dakwah Kontemporer, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2005.

Hakim, Lukman, Perlawanan Islam Kulutural Relasi Asosiatif Pertumbuhan Civil Society Doktrin Aswaja NU, Surabaya: Pustaka Eureka, 2004.

Hasan, Muhammad Tholhah, Ahlussunnah Wal-Jama’ah aDalam Persepsi dan Tradisi NU, Jakarta:Lantabora Press, 2004.

Hasjmy, A. Dustur Dakwah Menurut Al-Qur’an, Jakarta: Bulan Bintang, 1994.

Karim, Khalil Abdul, Syari’ah Sejarah Perkelahian Pemaknaan, Kamran As’ad (terj.), Yogyakarta: LKiS,2003.

Krippendorff, Klaus, Analisis Isi Pengantar Teori dan Metodologi, terj. Farid Wajidi, Cet. I, Jakarta: Citraniaga Rajawali Press, 1991.

Mahfudh, Sahal, Nuansa Fikih Sosial, Yogyakarta: LKiS, 1994.

Mardalis, Metode Penelitian, Jakarta: Bumi Aksara, 1990.

Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif, Cet. XVII, Bandung: Rosdakarya, 2002.

Mua’arif, “Dakwah Kultural: Mencermati Kearifan Dakwah Muhammadiyah”, dalam Imron Nasri,(ed.), Pluralisme & Liberalisme Pergolakan Pemikiran Anak Muda Muhammadiyah, Yogyakarta: Citra Karsa Mandiri, 2005.

Muchlas, Imam, Ladasan Dakwah Kultural (Membaca Respon Al-Qur’an Terhadap Adat Kebiasaan Arab Jahiliyah), Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2006.

Muhyiddin, Asep, Dkk, Metode Pengembangan Dakwah, Bandung : Pustaka Setia, 2002.

Mulkhan, Abdul Munir, Islam Murni di Kalangan Petani, Yogyakarta: Bentang Budaya, 2000.

Nata, Abuddin, Peta Keragaman Pemikiran Islam Di Indonesia, Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2001.

Sairin, Weinata, Gerakan Pembaharuan Muhammadiyah, Jakarta: Pustaka, Sinar Harapan, 1995.

Saptoni, “Membaca Kembali Dakwah Walisanga”, dalam Andy Darmawan, Dkk (et.), Metodologi Ilmu Dakwah, Yogyakarta: LESFI, 2002.

Sholeh, Shonhaji, Arus Baru NU, Surabaya: JPBOOKS, 2004.

Sjamsudduha, Konflik & Rekonsiliasi NU Muhammadiyah (Sebuah Kajian Kontemplatif), Surabya : Bina Ilmu, 1999.

Yaqub, Ali Mustafa, Sejarah dan Metode dakwah Nabi, Jakarta: Pustaka Firdaus, 2000.




DOI: http://dx.doi.org/10.15642/jki.2011.1.2.149%20–%20160

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Indexed by:

Creative Commons License
Jurnal Komunikasi Islam (JKI) by http://jki.uinsby.ac.id/index.php/jki is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats