Nu Dan Kontinuitas Dakwah Kultural

Fahrur Razi

Abstract


Dakwah Islam yang disebarkan oleh para walisongo mendapat respon positif dari masyarakat, hal tersebut karena para wali dalam dakwahnya senantiasa mempergunakan pendekatan kultural tidak struktural, mereka mampu menampilkan Islam yang sejuk, akomodatif terhadap kebudayaan lokal dengan tanpa mengorbankan nilai-nilai prinsip Islam sehingga dalam waktu yang relatif singkat banyak diantara mereka yang berbondong-bondong berpindah agama dari agama nenek moyang mereka yaitu Hindu dan Budha ke agama Islam. Pola dakwah walisongo ini secara berkesinambungan (continuity) diwarisi dan dikembangkan oleh mayoritas ulama di Nusantara termasuk para ulama Nahdlatul Ulama. Dalam pembumian ajaran Islam Nahdlatul Ulama bertumpu pada empat sikap dasar yaitu tawassut (moderat), tawazun dan ta’adul (keseimbangan), tasamuh (toleran), dan amar makruf nahi mungkar. Keempat sikap dasar tersebut sering mengemuka dalam interaksi sosial budaya dan sosial politik. Dengan keempat sikap dasar tersebut NU mampu mengadaptasi tradisi lokal dan memasukkan nilai-nilai Islam di dalamnya. Akulturasi Islam dan budaya lokal melahirkan budaya baru (Islam). Budaya baru tersebut menjadi sumbangsih NU kepada budaya Nasional.

 

Kata Kunci: Nahdlatul Ulama, Tradisi, Dakwah


Keywords


Nahdlatul Ulama, Tradisi, Dakwah

Full Text:

PDF

References


al-Hana, Rudi. “Sinergi Strategi Dakwah Kultural NU dan Muhammadiyah,” dalam Jurnal Ilmu Dakwah, Vol.14. No. 1, April 2007.

Fadeli, Soeleiman dan Subhan, Mohammad. Antologi NU. Surabaya : Khalista dan PW LTN NU Jatim, 2007.

Fanani, Akhwan. “NU dan Islamisasi Kultural Tradisi Lokal”, dalam Sarung & Demokrasi Dari NU untuk Peradaban Keindonesiaan. Surabaya: Khalista dan PW LTN NU Jawa Timur, 2008.

Husni, Syahrul. “Dakwah Walisongo” diunduh 12 Januari 2010 dari http:// Dakwah Walisembilan.com/02

Mas’udi, Masdar Farid. “Sambutan Pengantar”, dalam H. Munawir Abdul Fattah, Tradisi Orang-Orang NU. Yogyakarta: LkiS Pelangi Aksara, 2006.

Mulyati, Sri. Tasawuf Nusantara: Rangkaian Mutiara Sufi Terkemuka.Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2006.

Muzadi, Hasyim. “Meneruskan Tradisi Dakwah para Pendahulu”, diunduh 10 Januari 2010 dari http:// NU On Line. com. 1-2

Nawawi, Zainal Abidin “NU dan Revitalisasi Pluralisme Agama”, diunduh 15 Nopember 2011dari http:// NU on line. com/01.

Purwadi, Dakwah Sunan Kalijaga, Penyebaran Agama Islam di Jawa dengan Berbasis Kultural. Yogyakarta: Pustaka Pelajar,2004.

Siddiq, Achmad. Khittah Nahdliyyah. Surabaya: Khalista dan LTN NU Jawa Timur, 2005.

Sya’ban,Ahmad Ginanjar. “Dialog PCI NU Mesir dan Ketua PWNU Sulsel”, diunduh 11 Januari 2010 dari http:// NU on line. com/01.

Tim PW LTN NU Jawa Timur, Ahkamul Fuqaha. Surabaya : PW LTN NU Jawa Timur dan Diantama, 2004.

_____ Aswaja An-Nahdliyah. Surabaya : Khalista dan PW LTN NU Jawa Timur,2007.

Zahro, Ahmad., Tradisi Intelektual NU .Yogyakarta: PT Lkis Pelangi Aksara, 2004.




DOI: http://dx.doi.org/10.15642/jki.2011.1.2.161%20–%20171

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Indexed by:

Creative Commons License
Jurnal Komunikasi Islam (JKI) by http://jki.uinsby.ac.id/index.php/jki is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats